Membumikan Kembali Gerakan Kaum Muda di Banyuwangi
18 11 2011Oleh : Fahd Reza Abdullah
Sejarah mencatat bahwa perubahan mendasar sejumlah negara di dunia, banyak diantaranya digerakan oleh kaum muda. Demikian pula fase dan periodisasi sejarah perkembangan bangsa Indonesia, yang diawali dari issu nasionalisme yang dimotori kaum muda yang tergabung dalam kelompok studi “Boedi Oetomo” pada tahun 1908.
Kemudian pada fase selanjutnya, semangat nasionalisme ditindaklanjuti dengan komitmen penyatuan identitas kebangsaan, kebahasaan dan tanah air yang satu, sebagaimana disumpah-ikrarkan pemuda pada tahun 1928, “…bertoempah darah jang satoe, berbangsa jang satoe dan mendjoendjoeng bahasa persatuan …”. Dan sampai pada puncaknya, pada tanggal 17 Agustus 1945, identitas ke-Indonesia-an diproklamirkan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Rentetan fase pergerakan kaum muda di masa perjuangan, disatukan oleh komitmen untuk mencapai kemerdekaan, serta terbebas dari penjajahan yang dilakukan oleh kaum kolonial. Dan setelah cita-cita Indonesia merdeka tercapai, tidak berarti bahwa gerakan kaum muda juga terhenti sampai di situ.
Sejarah pergelokan Indonesia mencatat sejumlah bentuk gerakkan massa kaum muda pasca Indonesia Merdeka, yang dipersatukan oleh idealisme untuk mengawal arah kebijakan pembangunan nasional yang dijalankan oleh kekuasaan, agar tetap konsisten pada jalur yang sebagaimana mestinya.
akan tetapi setelah reformasi gerakan kaum muda di indonesia dan di banyuwangi Kaum muda makin miskin konsep dan makin tenggelam dalam dunianya sendiri. Padahal kondisi bangsa dewasa ini menuntut keseriusan kaum muda terjun dalam berbagai kancah. Menyuarakan perubahan ke arah lebih baik, mengubah ketidakadilan dan penindasan yang masih saja terjadi, serta carut-marutnya politik di tanah air.
belum lagi pendidikan yang berkualitas yang harus terus diperjuangkan oleh kaum muda indonesia atau kaum muda di banyuwangi Kawula muda harus berani menuntut kepada negara untuk memberikan fasilitas terbaik untuk pendidikannya. Sebab pendidikan adalah kunci kemajuan sebuah bangsa, maka pendidikan harus menjadi perhatian utama semua kalangan khususnya anak muda di banyuwangi.
belum lagi fenomena krisis yang dialami ank muda banyuwangi dan anak muda indonesia pada zaman seperti sekarang ini anak muda semakin pragmatis dan mereka tidak berpikir jangka panjang. Anak muda sekarang hanya berpikir untuk mencapai kesenangan setinggi-tingginya tanpa menghiraukan nasib bangsanya di masa depan. Di zaman yang serba kapitalistik ini, susah mencari anak-anak muda yang berani untuk bertarung demi membela suatu kebenaran. Yang banyak adalah anak-anak pragmatis yang hanya berpikir tentang masa depan dirinya sendiri.
untuk itu perlu untuk di bumikan kembali gerakan kaum muda di banyuwangi agar kasuistik anak muda yang semakin parah dan merosot nilai nilai moral dan mentalnya tidak hanya menjadi Anak muda yang tampil sebagai para broker politik. Mereka yang memperkaya diri melalui proyek-proyek besar hasil kongkalikong dengan penguasa. Anak muda yang bersinar adalah anak muda yang mengendarai mobil-mobil mewah, pandai menyelipkan segepok uang ke ketiak banyak orang, pandai bersalin-rupa demi mempertebal pundi-pundi.
ini menjadi tugas dan PR kita bersama para elit pemuda di banyuwangi. yakni membumikan kembali nilai nilai dan semangat anak muda yang progresive refolusioner dan visioner. dan menjadi pengerak di garda terdepan suatu perubahan. dan kembali membumikan semangat itu seperti harapan banyak kalangan yang berharap Saatnya spirit-movement gerakan kaum muda masa lalu menjadi cambuk bagi generasi muda masa kini. Agar tak ada lagi istilah pepesan kosong bagi kaum muda. Saatnya pemuda kembali kepada tugas utama dan tujuan keberadaannya, Pemuda sebagai Social control, Agent Of Change dan Moral Force. Saatnya pemuda kembali bergerak, menunjukkan eksistensinya dan membuktikan bahwa pemuda masih layak disebut sebagai tumpuan dan harapan bangsa.
Categories : Pemuda

Komentar Terakhir